Hujan Diprediksi Masih Akan Deras, BMKG Ungkap El Nino Tak Signifikan

 Hujan Diprediksi Masih Akan Deras, BMKG Ungkap El Nino Tak Signifikan



Hujan sedang hingga lebat diprediksi melanda banyak daerah sepekan ke depan, 9 hingga 15 Mei. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap faktor-faktor pemicunya.

Info Penting: Pembahasan Tuntas PBG Terupdate 

Berdasarkan Prakiraan Cuaca Mingguan BMKG, beberapa wilayah akan didominasi cuaca berawan sepanjang hari dengan potensi hujan sedang hingga lebat pada siang dan malam hari sepekan ke depan, 9 hingga 15 Mei.

Info Penting: Penjelasan Tuntas Mengenai SLF

Wilayah-wilayah itu antara lain pesisir barat Sumatera, Jawa bagian selatan, Kalimantan, Sulawesi bagian tengah dan utara, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua.

Info Penting: Pemahaman Tuntas Mengenai Audit Struktur 

"Masyarakat dihimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es, dll) dan dampak yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin dalam satu minggu ke depan," tutur BMKG.

Info Penting: Penjelasan Tuntas Mengenai Arsitektur 

Apa pemicu kondisi cuaca di atas?

Info Penting: Konsultan SLF Jakarta 

BMKG menyebut curah hujan itu dipengaruhi beberapa faktor. Pertama, faktor skala global yang tak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap cuaca RI, termasuk El Nino.

Info Penting: Jasa Audit Struktur Bangunan Terdekat 

"Dalam skala global, nilai SOI (Southern Oscillation Index), IOD (Indian Ocean Dipole), dan Nino 3.4 tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap curah hujan di wilayah Indonesia," tulis BMKG.

Info Penting: Jasa Audit struktur bangunan terbaik 

El Nino sendiri ialah fenomena pemanasan permukaan laut di sekitar Pasifik yang berdampak pada penurunan curah hujan hingga berdampak pada kemarau kering, termasuk di Indonesia.

Info Penting: Audit Struktur Bangunan, Mengapa Perlu Audit Struktur? 

Sementara, Indeks Nino 3.4 merupakan salah satu indikator El Niño/Southern Oscillation (ENSO) berdasarkan suhu permukaan laut.

Info Penting: Tips Memilih Konsultan SLF Di Bali

Nino 3.4 adalah rata-rata anomali suhu permukaan laut di area 5° lintang utara hingga 5° lintang selatan, 170° bujur barat hingga 120° bujur barat.

Kedua, Madden Julian Oscillation (MJO) yang aktif pada kuadran 5 (Maritime Continent) dan menunjukkan kondisi yang signifikan untuk Indonesia.

Info Penting: Contoh Kegiatan Audit Struktur Di Bali 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cek Fakta: Surya Paloh Pamit Mundur, NasDem Batal Usung Anies Baswedan, Benarkah?

Terungkap, Inilah Penyebab Gempa Bumi Dahsyat Di Turki Dan Suriah

Sri Mulyani Minta Klub Moge Pegawai Pajak Dibubarkan