Bendera Indonesia Dicopot dari Tubuh KF-21 Boramae, Indonesia Terancam Tak Dapat Pesawat Tempur, Ini Kata DAPA

 Bendera Indonesia Dicopot dari Tubuh KF-21 Boramae, Indonesia Terancam Tak Dapat Pesawat Tempur, Ini Kata DAPA



KF-X terdiri dari dua tahap selama 13 tahun, dari 2015 hingga 2028. Tahap pertama berfokus pada pengembangan pesawat dan kemampuan manuvernya untuk pertempuran udara-ke-udara antara 2015 dan 2026.

Info Penting: Pembahasan Tuntas PBG Terupdate 

Kemampuan pesawat untuk melakukan pertempuran udara-ke-darat operasi akan dikembangkan pada tahap kedua, antara tahun 2026 dan 2028.

Info Penting: Penjelasan Tuntas Mengenai SLF 

Korea Aerospace Industries bertujuan untuk mengirimkan 120 jet tempur KF-21 ke Angkatan Udara Korea Selatan pada tahun 2032.

Info Penting: Pemahaman Tuntas Mengenai Audit Struktur 

Beberapa waktu lalu, pemerintah Korea Selatan telah mengkonfirmasi akan mentransfer prototipe pesawat tempur Korea Aerospace Industries (KAI) KF-21 Boramae asalkan Jakarta memenuhi kewajiban pembayarannya untuk proyek tersebut.

Info Penting: Penjelasan Tuntas Mengenai Arsitektur 

Kepada Janes, Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan mengatakan bahwa prototipe KF-21 no 5 berkursi tunggal akan ditransfer ke Indonesia.

Info Penting: Konsultan SLF Jakarta 

Hal itu sebagai bagian dari perjanjian pengembangan teknik dan manufaktur (EMD) bersama yang ditandatangani oleh kedua negara.

Info Penting: Jasa Audit Struktur Bangunan Terdekat

Dalam kondisi proyek pengembangan KF-21 Boramae, PT Dirgantara Indonesia (PTDI) akan menerima satu prototipe pesawat untuk pengujian dan penelitian.

Info Penting: Jasa Audit struktur bangunan terbaik 

Konfirmasi Seoul mematagkan spekulasi bahwa Korea Selatan akan mempertahankan protortipe kelima di negara tersebut.

Info Penting: Audit Struktur Bangunan, Mengapa Perlu Audit Struktur? 

Prototipe kelima, yang diproduksi di pabrik Sacheon KAI, kehilangan bendera Indonesia selama kunjungan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol pada 24 November 2022.

Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa Indonesia tidak akan menerima KF-21 Boramae.

Namun, perwakilan PTDI mengatakan pada April 2023 bahwa 'Indonesia masih dianggap sebagai peserta proyek dan belum dicoret'.

Info Penting: Contoh Kegiatan Audit Struktur Di Bali 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cek Fakta: Surya Paloh Pamit Mundur, NasDem Batal Usung Anies Baswedan, Benarkah?

Terungkap, Inilah Penyebab Gempa Bumi Dahsyat Di Turki Dan Suriah

Sri Mulyani Minta Klub Moge Pegawai Pajak Dibubarkan