Anies Baswedan Bandingkan Mobil Listrik dengan Bus BBM, Pengamat Otomotif: Tidak Logis
Anies Baswedan Bandingkan Mobil Listrik dengan Bus BBM, Pengamat Otomotif: Tidak Logis
Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membandingkan emisi perkapita per-kilometer yang dikeluarkan mobil listrik masih lebih besar dibandingkan dengan bus Berbahan Bakar Minyak (BBM).
Info Penting: Pembahasan Tuntas PBG Terupdate
Menyikapi hal itu, Pengamat Otomotif sekaligus Akademisi Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu, menyebut perbandingan tersebut tidak apple to apple alias tidak tepat.
Info Penting: Penjelasan Tuntas Mengenai SLF
logis membandingkan emisi (perkapita?) per-kilometer yang dikeluarkan mobil listrik masih lebih besar dibandingkan dengan bus Berbahan Bakar Minyak," tutur Yannes saat dihubungi Tribunnews.com, Senin (8/5/2023).
Info Penting: Pemahaman Tuntas Mengenai Audit Struktur
Yannes menjelaskan dua alasan kuat yang membuat perbandingan tersebut semakin tidak masuk akal.
Info Penting: Penjelasan Tuntas Mengenai Arsitektur
"Pertama, itu sangat bergantung kepada jumlah populasi mobil yang diperbandingkan dengan jumlah populasi bus Solar. Kedua, perlu diingat bahwa mobil listriknya memiliki emisi per-kilometer nol, karena tidak ada proses pembakaran," imbuhnya.
Info Penting: Konsultan SLF Jakarta
Ia menjelaskan, penggunaan Bus Besar berbahan bakar Solar 16,89 liter/100 km atau 5,92 liter/Km. Faktor emisi CO2 BBM pembakaran 1 liter bahan bakar diesel atau Solar yang diperbolehkan The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) adalah 2.924,90 g/liter.
Info Penting: Jasa Audit Struktur Bangunan Terdekat
Sebagai gambaran, kapasitas angkut bus solar Trans Jakarta 30 orang untuk bus besar. Diasumsikan bahwa satu mobil listrik Wuling berisi 1 orang berbanding dengan 1 bus.
Info Penting: Jasa Audit struktur bangunan terbaik
"Jika perhitungannya ada pada jumlah orang, maka persamaannya jadi 30 buah Wuling Air berbanding 1 bus. Sehingga, mengacu kepada cara pikir Anies dapat dinyatakan bahwa emisi perkapita per-kilometer yang dikeluarkan mobil listrik Wuling Air EV masih lebih besar dibandingkan dengan 1 bus Berbahan Bakar Minyak yang diisi oleh 30 orang," terangnya.
Info Penting: Audit Struktur Bangunan, Mengapa Perlu Audit Struktur?
"Soal polusi udara bukanlah terletak di dalam subsidi untuk mobil listrik yang pemilik-pemilik mobil listriknya adalah mereka-mereka yang tidak membutuhkan subsidi," kata Anies.
Info Penting: Contoh Kegiatan Audit Struktur Di Bali
Lagi pula, kata Anies, penggunaan kendaraan listrik akan lebih baik jika berfokus pada kendaraan umum berbasis listrik.
"Kalau kita hitung apalagi ini contoh ketika sampai pada mobil listrik, emisi karbon mobil listrik perkapita perkilometer sesungguhnya lebih tinggi daripada emisi karbon bus berbahan bakar minyak," ucapnya.

Komentar
Posting Komentar